Selasa, 29 Oktober 2019

‘Follow Our Fibre’, Cara Perusahaan Sukanto Tanoto Wujudkan Transparansi

 
Sumber: haluanriau.co

Asia Pasific Rayon (APR) merupakan produsen rayon viskosa terintegrasi pertama di Asia yang berada di bawah naungan grup bisnis Royal Golden Eagle pimpinan Sukanto Tanoto. Namun tidak hanya menghasilkan serat rayon viskosa yang ramah lingkungan, dalam proses produksinya APR juga menggunakan bahan baku yang diambil dari perkebunan terbarukan.

Klaim Asia Pasific Rayon (APR) terkait sumber bahan bakunya mungkin menuai beberapa pertanyaan. Bagaimana pelanggan bisa mengetahui bahwa sumber bahan baku rayon viskosa yang mereka beli benar-benar berasal dari perkebunan terbarukan? Transparansi menjadi pilihan APR dalam menjawab pertanyaan tersebut. Melalui aplikasi ‘Follow Our Fibre’, tabir rantai suplai dibuka selebar-lebarnya kepada semua pelanggan dan stakeholder. 

Peluncuran ‘Follow Our Fibre‘ oleh Perusahaan Sukanto Tanoto

Perusahaan Sukanto Tanoto dikenal sebagai badan usaha berbasis alam yang selalu mengikuti perkembangan zaman. Penerapan teknologi terlihat di beberapa sisi. Bukan hanya dalam proses produksi, penerapan teknologi juga bisa dijumpai dalam upaya perusahaan menerapkan transparansi informasi.

Tanggal 15-16 Mei 2019 menjadi saat yang istimewa bagi salah satu perusahaan Sukanto Tanoto, yakni Asia Pasific Rayon (APR). Dalam Copenhagen Fashion Summit yang diselenggarakan di DR Koncerthuset, Copenhagen, Denmark, produsen rayon viskosa asal Indonesia ini memperkenalkan ‘Follow Our Fibre’ sebagai jawaban atas pentingnya transparansi rantai suplai.

‘Follow Our Fibre’ merupakan sebuah aplikasi mobile yang dihadirkan untuk memberi informasi kepada pengguna, khususnya terkait sumber bahan baku yang digunakan dalam produk rayon viskosa buatan Asia Pasific Rayon (APR) yang mereka beli.

Dengan aplikasi tersebut, pengguna bisa mengetahui rantai suplai produk secara lengkap, mulai dari bibit hingga menjadi sebuah produk. Berkat mekanisme verifikasi data yang diterapkan, informasi yang ditampilkan ‘Follow Our Fibre’ juga akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Teknologi Blockchain Dibalik Aplikasi ‘Follow Our Fibre’

Akurasi informasi yang ditampilkan melalui aplikasi ‘Follow Our Fibre’ tidak lepas dari teknologi blockchain yang digunakan. Teknologi blockchain sendiri memang terkenal akan keamanan dan aksesibilitasnya.

Dalam teknologi blockchain, penyimpanan data tidak terpusat pada satu media penyimpanan. Data-data tersebut disebar ke beberapa perangkat media penyimpanan yang berada dalam jaringan blockchain. Setiap komputer memiliki salinan data yang sama. Karena itulah, mengubah data tanpa melalui prosedur yang benar akan sangat sulit. Hal inilah yang membuat penyimpanan data dalam sistem blockchain menjadi lebih aman.

Untuk mewujudkan teknologi seperti ini, Asia Pasific Rayon (APR) bekerja sama dengan perusahaan pengembang teknologi blockchain yang berbasis di Singapura, yakni Perlin. Bersama dengan Perlin inilah, transparansi rantai pasok bisa diwujudkan oleh perusahaan Sukanto Tanoto. 

Menjaga Kelestarian Lingkungan Melalui Transparansi Informasi 

 
Kelestarian alam selalu menjadi perhatian perusahaan Sukanto Tanoto. Dalam menjalankan bisnisnya, setiap unit bisnis yang berada di bawah payung Royal Golden Eagle selalu berpegang teguh pada prinsip keberlanjutan. Hal ini bukan tanpa alasan. Sebagai grup bisnis yang berbasis pada alam, Royal Golden Eagle menyadari betul pentingnya alam dalam menjamin keberlangsungan bisnis dan kehidupan.

Kesadaran penuh akan pentingnya alam bagi perusahaan dan manusia secara umum mendorong Asia Pasific Rayon (APR) untuk menerapkan praktek bisnis yang bertanggung jawab. Dimulai dengan penggunaan bahan baku dari sumber-sumber terbarukan hingga menghasilkan produk yang ramah lingkungan, semua itu dilakukan untuk mewujudkan tujuan besar perusahaan.

Meski demikian, semua upaya tersebut dirasa belum lengkap tanpa transparansi informasi. Melalui transparansi rantai suplai inilah, perusahaan Sukanto Tanoto berkontribusi dalam mewujudkan industri serat rayon viskosa yang berkelanjutan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar