Rabu, 10 April 2019

Siap Menikah, Anda Harus Siap Membatasi 6 Kebiasaan Ini


Memutuskan untuk menikah artinya sudah siap menanggung berbagai risiko. Pertama yang harus disadari adalah sudah menikah tentu tidak bisa sebebas seperti saat masih bujangan. Pada dasarnya menikah, itu bukan hanya kesenangan. Pernikahan yang berkelanjutan juga membutuhkan pengorbanan dan perjuangan. Anda harus dapat beradaptasi dengan kehidupan baru Anda, yang akan jauh lebih sulit daripada ketika Anda masih lajang.

Suatu bentuk pengorbanan adalah membatasi hal-hal tertentu yang bisa menjadi kebiasaan Anda. Apa saja itu, berikut uraiannya.

1. Mager, atau malas, akan menjadi "hal langka" yang menurut Anda akan sulit. Apalagi setelah punya anak

Kebiasaan pertama yang harus Anda singkirkan adalah Mager alias Lazy Motion. Sekarang, Anda mungkin memiliki cukup waktu luang untuk bermain ponsel atau bermain sepanjang hari di kamar. Tetapi jika Anda sudah menikah, itu tidak akan mudah, kawan!

Baik istri maupun suami, tanggung jawab yang ditanggung akan lebih besar. Suami harus bekerja keras untuk mencari nafkah. Meskipun istri memiliki kewajiban untuk membersihkan seluruh rumah, memasak, merawat anak, belum lagi fakta bahwa ada bisnis. Seolah-olah waktu relaksasi akan menjadi hal yang langka.

2. Belanja berlebihan yang tujuannya hanya untuk gaya atau untuk menjaga prestise.

Apakah Anda hobi berbelanja? Jika masih lajang, itu tidak masalah karena Anda hanya bertanggung jawab untuk diri sendiri.

Tidak seperti pernikahan, tanggungan hidup Anda secara otomatis akan meningkat. Terutama para pria, Anda harus dapat memenuhi kebutuhan pakaian, makanan, dan saran dari istri dan anak-anak Anda.

Jadi, Anda harus sangat pintar dalam mengelola keuangan Anda. Anda harus ekonomis. Sama dengan perempuan, belanja sesuai kebutuhan. Sekalipun Anda tidak bertanggung jawab atas hidup Anda, setidaknya nikmati kelelahan suami Anda. Pikirkan keluarga Anda, karena masa depan anak-anak Anda ada di tangan Anda!

3. Hangout dengan teman baik. Tapi jangan terlalu sering, terutama sampai sore. Jangan lupa bahwa Anda memiliki keluarga di rumah

Bagi mereka yang masih lajang, puaslah dan kumpulkan bersama teman-teman. Karena nanti, jika Anda menikah, kebebasan Anda tentu akan terbatas.

Bahkan untuk tempat pertemuan, Anda tidak bisa berlama-lama. Anda harus terlebih dahulu meminta izin dari pasangan. Anda juga harus ingat bahwa keluarga lebih penting daripada teman.

Jadi, suka atau tidak suka, Anda harus bisa mengendalikan diri agar tidak terlalu sering berkeliaran. Sebagai gantinya, gandakan waktu berkualitas dengan pasangan dan anak-anak Anda.

4. Jelaskan kepada orang tua semua tentang kehidupan rumah tangga Anda

Percaya pada orang tua itu sangat bagus. Tetapi ini hanya berlaku jika Anda masih lajang. Sedangkan jika Anda sudah menikah, Anda harus bisa belajar secara mandiri.

Cobalah untuk menyelesaikan masalah Anda dengan cara dewasa. Jangan selalu pakai orangtua. Ingatlah bahwa rumah tangga Anda adalah tanggung jawab Anda dan pasangan Anda. Jadi, jika ada masalah, rawat keduanya sebanyak mungkin kecuali Anda tidak bisa menangani kondisinya sendirian.

Ingatlah bahwa terlalu sering membawa pulang keluarga hanya akan memperburuk keadaan.

5. Tinggalkan rumah tanpa meminta izin

Jika Anda kuliah atau mungkin ketika masih lajang, Anda dapat meninggalkan rumah dengan bebas. Ini berbeda jika Anda sudah menikah.

Terutama perempuan. Kapan pun Anda ingin meninggalkan rumah, tidak peduli seberapa jauh Anda, Anda harus meminta izin kepada suami Anda.

Sebagai suami yang baik, dia juga meminta izin kepada istrinya andai mau ada keperluan keluar rumah. Jenis sikap ini bukan hanya kewajiban, tetapi juga elemen saling menghormati.

6. Komunikasi dengan lawan jenis berlebihan

Hanya sedikit orang yang berpikir bahwa berteman dengan lawan jenis bukanlah masalah, bahkan setelah pernikahan. Ya, itu tidak sepenuhnya salah. Tapi itu tidak sepenuhnya benar.

Bahkan, memiliki hubungan yang terlalu intens dengan lawan jenis dapat meningkatkan risiko perselingkuhan. Mungkin perasaan baper berkembang di hati Anda. Jadi, Anda harus membatasi persahabatan Anda dengan lawan jenis, terutama jika Anda sudah menikah, Anda harus dapat mempertahankan kehormatan Anda.

Nah, ini adalah serangkaian kebiasaan yang harus Anda batasi setelah pernikahan. Bagaimana anda siap?





Tidak ada komentar:

Posting Komentar